Zimotive Studio: Transformasi Hobi Jadi Brand Desain Global

Kilasan Kisah Alie

Alie Pratama, mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta, Wong Purwokerto, Program Studi Informatika Angkatan 2022. Jual nama sendiri ngga laku? Bersama Zimotive, Alie siap tampil go internasional!

Menelusuri Jejak Zimo

Dimulai pada masa pandemi, Alie sering mengikuti kontes desain dari berbagai macam negara, namun ia merasa bahwa nama yang Indonesia banget itu ngga eye-catching bagi audiens luar. Karena itu, Alie membawa nama Zimotive yang berasal dari 2 suku kata “Zimo” dan “Tive” yang diambil dari kata Creative, sejalan dengan branding usaha jasa desain yang ia jalani. Dengan Zimotive, Alie membangun brand-nya dan berhasil menembus pasar global, tapi kok bisa sih?

Awalnya itu hanya sebatas hobi tanpa Alie tahu value di baliknya, hingga kenalannya menawarkan untuk keluar dari zona nyaman. Ia mulai belajar dengan mentor bagaimana cara brainstorming hingga mengolah brief menjadi output desain yang bisa bercerita. Dari berbagai kontes yang diikuti, Alie pun mendapatkan insight terkait ilmu cocoklogi terhadap klien.

Re-branding Zimo + Tive = Zimotive

Alie merasa brand Zimo terlalu abstrak dan tidak bermakna. Ia juga sempat melakukan riset di Google dan menemukan banyak Zimo lainnya. Dari situ, muncul keinginannya untuk re-branding hingga terkombinasilah 2 suku kata Zimo tambah Tive jadi Zimotive yang terdengar lebih orisinal walaupun bukan yang pertama namun tidak pasaran. Alie juga sudah membeli domain atas nama zimotive.com dan menjadi bukti keunikan atas brand karena belum ditemukan kembarannya.

Melokal

Alasan utamanya karena perkuliahan, Alie mulai merasa capek nyambi mahasiswa Informatika yang sudah lumayan hectic dengan segala tugasnya. Karena itu, ia fokuskan untuk mengambil proyek lokal aja dan juga Zimotive sedang melakukan ekspansi ke layanan yang lain seperti website dan app design.

Lebih Dari Sekedar Jasa

Selain jasa desain, Zimotive juga menawarkan beberapa produk lainnya seperti packaging dan banner. Alie yang merupakan spesialis brand dan produk, juga memiliki keterampilan dalam image manipulation seperti jasa edit foto. Meski begitu, ia merasa tidak punya bakat dalam ilustrasi dan memilih untuk tidak mengambil proyek yang berbentuk vektor.

Zimotive mengusung visi membangun kepercayaan dengan menawarkan sistem pembayaran tidak di awal muka. Zimotive berusaha dalam menjaga customer satisfaction yang dimana kepuasan pelanggan adalah nomor 1. Alie memastikan setiap klien benar-benar merasa puas dengan hasil kerja Zimotive, tidak ada istilah makan gaji buta. Jadi, dengan memprioritaskan customer, alhamdulillah Zimotive mendapatkan kepercayaan hingga sekarang.

Handle dan Inovasi

Terkadang Alie sama customer main tarik ulur, misal lagi ada beban tugas kuliah maka akan diselesaikan terlebih dahulu. Ketika ada waktu rehat dan mulai merasa jenuh dengan pembelajaran langsung garap proyek yang masuk. Biasanya Alie akan konfirmasi ke customer bahwa misal: preview-nya sudah jadi sehingga customer tahu bagaimana progress berjalan. Dengan begitu, Zimotive dapat dipercaya secara profesional dan menunjukkan komitmen dalam kerjasama dengan klien.

Kedepannya, Alie berkeinginan untuk mengimplementasikan ilmu Informatika pada bisnisnya. Sehingga, akan muncul layanan-layanan berbau IT yang menjadi bagian baru dari Zimotive Studio. Namun, masih terdapat beberapa PR untuk Alie yaitu bagaimana kolaborasi antara desain dan IT? Yang mana IT adalah solusi bisnis dan desain juga merupakan solusi bisnis di bidang marketing. Bagaimana cara Zimotive menggabungkan kedua hal tersebut? Alie ingin mengarah ke sana.

Kiat Karir

Dari Alie, jika sudah punya hobi jangan hanya sebagai bahan gabut. Coba untuk konsisten dan memperdalam skill yang kita punya. Sebagai pemula jangan sok jual harga tinggi, cari dulu pengalaman untuk mulai mencari dan membangun sebuah nama…

 

“Konsistensi dan kreativitas membawa Alie dan Zimotive terbang tinggi, dari lokal hingga menembus pasar internasional.”

Sudut Inspiratif

Dari Hobi Koleksi Jadi Bisnis Kemitraan KAI: Kisah Stefven Merintis Depo Gorongan

Dari Hobi Koleksi Jadi Bisnis Kemitraan KAI: Kisah Stefven Merintis Depo Gorongan Halo! Saya Stefven, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2022. Izinkan saya memperkenalkan usaha yang saya bangun dari...

Saat Tiga Mahasiswa Ilmu Komunikasi Memutuskan untuk Tidak Menyerah: Kisah Lahirnya Nasi Jeruji

Saat Tiga Mahasiswa Ilmu Komunikasi Memutuskan untuk TIdak Menyerah : Kisah Lahirnya Nasi Jeruji Hai! Kami Enggar, Naufal, dan Simon, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi angkatan 2022. Di tengah kesibukan...

Dari Passion Jadi Cuan: Kisah Jalu Merintis NaMoy Coffee di Tengah Kuliah Informatika

Dari Passion Jadi Cuan : Kisah Jalu Merintis NaMoy Coffe di Tengah kuliah Informatika Halo! Saya Jalu Galih Timur, mahasiswa Prodi Informatika angkatan 2023. Siapa bilang anak IT cuma berkutat dengan...
Sudut Inspiratif
Dari Hobi Koleksi Jadi Bisnis Kemitraan KAI: Kisah Stefven Merintis Depo Gorongan
Dari Hobi Koleksi Jadi Bisnis Kemitraan KAI: Kisah Stefven Merintis Depo Gorongan Halo! Saya...
Saat Tiga Mahasiswa Ilmu Komunikasi Memutuskan untuk Tidak Menyerah: Kisah Lahirnya Nasi Jeruji
Saat Tiga Mahasiswa Ilmu Komunikasi Memutuskan untuk TIdak Menyerah : Kisah Lahirnya Nasi Jeruji...
Dari Passion Jadi Cuan: Kisah Jalu Merintis NaMoy Coffee di Tengah Kuliah Informatika
Dari Passion Jadi Cuan : Kisah Jalu Merintis NaMoy Coffe di Tengah kuliah Informatika Halo! Saya...
Dari Kopi Tugas Kuliah Hingga Bisnis: Perjalanan Aisyah Merintis Driel Up
Dari Kopi Tugas Kuliah Hingga Bisnis:Perjalanan Aisyah Merintis Driel Up Halo semuanya! Perkenalkan...