Halo semuanya! Perkenalkan, saya Aisyah Nirmala, mahasiswi Prodi Manajemen angkatan 2023. Selain disibukkan dengan kuliah, saat ini saya juga tengah bersemangat membangun bisnis Food and Beverage (FnB) yang saya beri nama Driel Up.
Ingin tahu bagaimana kopi pendamping tugas bisa berubah menjadi peluang bisnis? Yuk, simak kisah perjalanan Driel Up!
🖤 Awal Mula Driel Up: Berangkat dari Kecintaan pada Kopi
Saat ini, fokus utama Driel Up memang berada di segmen FnB, khususnya kopi. Walaupun brand yang saya bangun memiliki potensi untuk berkembang ke produk FnB lain, saat ini kami memilih untuk konsisten pada produk kopi.
Motivasi saya memulai bisnis ini sangat sederhana: saya suka kopi untuk menemani saya mengerjakan tugas kuliah.
Awalnya, saya hanya bereksperimen dan membuat kopi untuk konsumsi pribadi. Namun, muncul pemikiran bahwa akan menarik jika orang lain juga bisa menikmati dan mencicipi racikan kopi buatan saya.
Ide sederhana ini kemudian saya tindak lanjuti dengan langkah serius. Saya melakukan Research and Development (RnD) secara mendalam untuk menemukan resep kopi yang unik dan disukai banyak orang.
✨ Kegagalan RnD dan Feedback Berharga
Dalam proses merintis bisnis, momen yang paling berkesan justru datang dari kegagalan dan interaksi dengan pelanggan.
- Saya ingat betul saat proses RnD, saya mengalami kegagalan resep berkali-kali. Tentu ini membuat saya harus terus mencoba dan memperbaiki diri. Kegagalan ini bukan penghalang, melainkan pemicu semangat untuk menemukan formulasi yang sempurna.
- Selain itu, umpan balik (feedback) dari orang-orang tentang produk saya juga sangat berkesan. Setiap komentar, baik itu pujian maupun saran, menjadi energi baru dan barometer bagi Driel Up untuk terus berkembang dan menjaga kualitas.
⚖️ Mahasiswa dan Pebisnis: Seni Mengatur Prioritas
Tantangan terbesar yang saya hadapi adalah ketika jadwal produksi (open PO) bertabrakan dengan tenggat waktu tugas kuliah yang mendesak. Kondisi ini seringkali membuat kewalahan.
Bagaimana saya mengatasinya?
Kunci utama saya adalah membuat to-do list dengan skala prioritas yang jelas. Saya harus jeli menentukan mana yang harus didahulukan: apakah produksi yang sudah dijanjikan kepada pelanggan atau tugas kuliah yang memiliki deadline ketat. Dengan perencanaan yang matang, saya bisa memastikan kedua tanggung jawab ini berjalan optimal.
🚀 Pesan Penting: Berani Mengepakkan Sayap
Untuk teman-teman mahasiswa yang sedang ragu untuk memulai bisnis, saya punya satu pesan:
“Wajar kok takut memulai, tapi coba deh mulai aja dulu karena memulai lebih penting daripada cuma dipikirin aja dan nggak dilakukan.”
Jangan biarkan ketakutan menghalangi potensi Anda. Ingatlah, kita tidak akan pernah tahu seberapa tinggi kita bisa terbang jika kita tidak berani mengepakkan sayap dan mengambil langkah pertama.
Jadi, mulailah, rasakan prosesnya, dan temukan apa yang Anda cari dalam perjalanan bisnis Anda!
