Saat Tiga Mahasiswa Ilmu Komunikasi Memutuskan untuk TIdak Menyerah : Kisah Lahirnya Nasi Jeruji

Hai! Kami Enggar, Naufal, dan Simon, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi angkatan 2022. Di tengah kesibukan kuliah yang padat, terutama di semester akhir, kami bertiga memutuskan untuk merintis sebuah bisnis kuliner yang kami beri nama Nasi Jeruji. Ini adalah kisah kami tentang konsistensi, kegigihan, dan bagaimana kami mengubah tantangan menjadi peluang.


🍱 Nasi Jeruji: Solusi Praktis untuk Mahasiswa dan Pekerja

Nasi Jeruji hadir dengan konsep makanan praktis, mirip dengan nasi bento. Menu utama kami adalah chicken katsu yang dilengkapi dengan tiga pilihan saus favorit: saus tomat, black pepper, dan chili sauce. Sebagai variasi, kami juga menyediakan chicken katsu geprek dan chicken karage.

Motivasi awal kami sederhana: kami ingin mempermudah siswa, mahasiswa, hingga pekerja kantoran untuk mendapatkan sarapan, makan siang, atau makan malam yang praktis dan terjangkau.

Untuk memenuhi kebutuhan ini, kami mengadopsi sistem pre-order (PO). Dengan sistem PO, pelanggan bisa merencanakan pesanan mereka kapan saja, sesuai dengan jadwal dan kebutuhan mereka.


📉 Hari-Hari Pertama yang Menguji Mental

Momen yang paling berkesan, sekaligus paling menguji, adalah saat kami pertama kali mencoba berjualan secara offline.

“Di hari pertama dan kedua, tidak ada satu pun pembeli yang datang.”

Rasanya tentu menguras mental, apalagi kami sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan penuh semangat. Namun, kami tidak berhenti di situ. Kami memutuskan untuk mengubah strategi dan beralih ke penjualan online.

Hasilnya? Justru di luar ekspektasi! Pesanan mulai masuk, dan respons dari pelanggan sangat ramai. Akhirnya, kami memutuskan untuk menjalankan strategi gabungan: penjualan offline dan online secara simultan untuk menjangkau basis pelanggan yang lebih luas.


⏱️ Tantangan Terbesar: Menyeimbangkan Kuliah Produksi dan Produksi Bisnis

Sebagai mahasiswa semester akhir Ilmu Komunikasi, tantangan terbesar kami adalah waktu.

Jadwal kuliah kami sedang padat-padatnya, terutama karena banyak mata kuliah yang berbasis produksi. Ini menuntut kami untuk benar-benar pintar membagi fokus dan mengatur waktu agar bisnis Nasi Jeruji tetap berjalan lancar tanpa mengganggu kualitas perkuliahan kami.

🎯 Strategi Nasi Jeruji: Fokus PO dan Prioritas Online

Untuk mengatasi padatnya jadwal, kami menerapkan beberapa strategi manajemen:

  • Fokus 60% pada Penjualan Online: Penjualan online terbukti lebih efisien dalam hal waktu dan jangkauan.
  • Produksi Berdasarkan Permintaan: Produksi kami sesuaikan dengan menu yang paling banyak diminati pelanggan, sehingga mengurangi risiko sisa bahan.
  • Sistem Pre-Order Ketat: Dengan sistem PO, pelanggan bisa memesan H-1 atau bahkan seminggu sebelumnya. Ini memungkinkan kami merencanakan jadwal produksi agar tidak bentrok dengan jadwal kuliah yang padat.

🔑 Kunci Utama: Konsisten!

Untuk teman-teman mahasiswa yang punya keinginan untuk memulai bisnis, kami punya satu kunci utama yang sudah kami rasakan manfaatnya:

“Kuncinya adalah konsisten.”

Dengan konsisten, Anda bisa membangun kepercayaan pelanggan dan meningkatkan penjualan secara perlahan namun pasti. Kami sudah merasakannya sendiri—meskipun di hari-hari awal tidak ada pembeli, karena kami tetap konsisten membuka toko dan berpromosi, penjualan kami mulai ramai di hari-hari berikutnya.

Ingatlah, jangan menyerah pada kegagalan di awal. Teruslah bergerak, dan biarkan konsistensi membawa Anda pada hasil yang Anda inginkan!