Buzz Wrap: Inovasi Ramah Lingkungan, Solusi Masa Depan

Buzz Wrap: Solusi Ramah Lingkungan untuk Pengganti Plastik Wrap
Buzz Wrap adalah kain katun dan lilin lebah (beeswax wrap) yang ramah lingkungan sebagai alternatif plastik wrap. Dengan keunggulan seperti dapat digunakan berulang kali, dibuat dari bahan alami (lilin lebah dan kain katun), serta dikemas secara eco-friendly tanpa plastik, Buzz Wrap memberikan solusi praktis dan sehat untuk menjaga makanan tetap segar dengan cara yang lebih berkelanjutan.

Tim Buzz Wrap
Tim Buzz Wrap terdiri dari enam Mahasiswa Teknik Industri UTY angkatan 2022, yaitu:

  • Reza Ade Irmansyah (Ketua) – Sumatera Selatan
  • Indriyani (Bendahara) – Majalengka
  • Triana Nuri Astuti (Anggota) – Sumatera Selatan
  • Balqis Farah Diba (Anggota) – Kalimantan Timur
  • Siti Riyani (Anggota) – Bojonegoro, Jawa Tengah
  • Inggrid Ervita Vijayanti (Anggota) – Pati, Jawa Tengah

Mereka bersama-sama menciptakan solusi cerdas dan ramah lingkungan untuk menggantikan plastik sekali pakai dengan Beeswax wrap.

Awal Dibentuknya Buzz Wrap
Ide Buzz Wrap muncul dari tugas mata kuliah kewirausahaan di UTY. Tim ini ingin menciptakan produk yang berbeda dari kebanyakan kelompok lain yang cenderung memilih usaha makanan dan minuman. Dengan visi membuat sesuatu yang out of the box dan ramah lingkungan, Buzz Wrap hadir sebagai solusi pengganti plastik yang dapat digunakan kembali, mendukung gaya hidup yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Perjalanan dan Tantangan
Membangun Buzz Wrap bukan tanpa hambatan. Proses menemukan formulasi lilin lebah dan kain yang tepat penuh dengan trial and error. Pemotongan kain sering kali menjadi tantangan tersendiri karena kurang presisi. Selain itu, menyatukan visi dari enam anggota tim dengan latar belakang berbeda membutuhkan komunikasi yang intensif. Namun, kerja sama dan komitmen untuk menghadirkan produk berkualitas menjadi solusi dalam mengatasi berbagai kendala.

Proses Produksi Buzz Wrap
Proses produksi Buzz Wrap dimulai dari pemotongan kain sesuai ukuran yang tersedia (S, M, L). Lilin lebah kemudian dilelehkan menggunakan setrika dan dilapiskan ke kain menggunakan kertas roti. Hasil akhirnya adalah kain lilin yang fleksibel dan kedap udara, siap digunakan untuk membungkus makanan langsung atau menutup wadah. Meskipun alat produksi masih sederhana, produk ini tetap dibuat dengan kualitas yang terjamin.

Keunggulan Produk Buzz Wrap Buzz Wrap memiliki banyak keunggulan. Produk ini dapat digunakan berulang kali sehingga lebih hemat dan praktis. Selain itu, bahan-bahannya 100% alami dan ramah lingkungan, membuatnya menjadi alternatif yang sehat dibandingkan plastik wrap. Produk ini juga serbaguna, cocok untuk membungkus buah potong, mangkuk, atau toples, serta membantu memperlambat proses oksidasi pada makanan. Pemasaran dan Respon Konsumen Buzz Wrap dipasarkan secara online melalui Instagram dan Shopee serta secara offline melalui komunitas dan jaringan WA. Respon konsumen sangat positif, dengan 12 produk terjual secara offline dan 8 produk di Shopee, termasuk pesanan dari Palembang, Bogor, dan Jakarta. Konsumen menyukai manfaat ramah lingkungan serta motif kainnya yang menarik. Visi Masa Depan Buzz Wrap Ke depan, tim Buzz Wrap ingin terus memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas. Mereka berencana menambah variasi motif dan meningkatkan skala produksi. Lebih dari sekadar tugas kuliah, tim ini bercita-cita menjadikan Buzz Wrap sebagai bisnis berkelanjutan yang dapat menciptakan lapangan kerja serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya solusi ramah lingkungan.

Ayo Dukung Buzz Wrap!

Mari kurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan beralih ke Buzz Wrap! Produk kami tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga praktis dan aman untuk makanan. Temukan Buzz Wrap di Instagram.

Sudut Inspiratif

Dari Hobi Koleksi Jadi Bisnis Kemitraan KAI: Kisah Stefven Merintis Depo Gorongan

Dari Hobi Koleksi Jadi Bisnis Kemitraan KAI: Kisah Stefven Merintis Depo Gorongan Halo! Saya Stefven, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2022. Izinkan saya memperkenalkan usaha yang saya bangun dari...

Saat Tiga Mahasiswa Ilmu Komunikasi Memutuskan untuk Tidak Menyerah: Kisah Lahirnya Nasi Jeruji

Saat Tiga Mahasiswa Ilmu Komunikasi Memutuskan untuk TIdak Menyerah : Kisah Lahirnya Nasi Jeruji Hai! Kami Enggar, Naufal, dan Simon, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi angkatan 2022. Di tengah kesibukan...

Dari Passion Jadi Cuan: Kisah Jalu Merintis NaMoy Coffee di Tengah Kuliah Informatika

Dari Passion Jadi Cuan : Kisah Jalu Merintis NaMoy Coffe di Tengah kuliah Informatika Halo! Saya Jalu Galih Timur, mahasiswa Prodi Informatika angkatan 2023. Siapa bilang anak IT cuma berkutat dengan...
Sudut Inspiratif
Dari Hobi Koleksi Jadi Bisnis Kemitraan KAI: Kisah Stefven Merintis Depo Gorongan
Dari Hobi Koleksi Jadi Bisnis Kemitraan KAI: Kisah Stefven Merintis Depo Gorongan Halo! Saya...
Saat Tiga Mahasiswa Ilmu Komunikasi Memutuskan untuk Tidak Menyerah: Kisah Lahirnya Nasi Jeruji
Saat Tiga Mahasiswa Ilmu Komunikasi Memutuskan untuk TIdak Menyerah : Kisah Lahirnya Nasi Jeruji...
Dari Passion Jadi Cuan: Kisah Jalu Merintis NaMoy Coffee di Tengah Kuliah Informatika
Dari Passion Jadi Cuan : Kisah Jalu Merintis NaMoy Coffe di Tengah kuliah Informatika Halo! Saya...
Dari Kopi Tugas Kuliah Hingga Bisnis: Perjalanan Aisyah Merintis Driel Up
Dari Kopi Tugas Kuliah Hingga Bisnis:Perjalanan Aisyah Merintis Driel Up Halo semuanya! Perkenalkan...