Dari Passion Jadi Cuan : Kisah Jalu Merintis NaMoy Coffe di Tengah kuliah Informatika

Halo! Saya Jalu Galih Timur, mahasiswa Prodi Informatika angkatan 2023. Siapa bilang anak IT cuma berkutat dengan kode? Di tengah kesibukan kuliah, saya juga sedang menjalankan bisnis di bidang Food and Beverage (F&B) yang saya beri nama NaMoy Coffee.

NaMoy Coffee adalah usaha street coffee yang sudah saya dirikan sejak November 2024. Saat ini, sudah hampir satu tahun saya menjalani bisnis yang seru ini!


💡 Belajar Berbisnis, Berbagi Pengalaman

Mengapa kopi?

Awalnya, saya hanya ingin belajar berbisnis. Saya merasa memiliki *passion* yang besar di bidang ini. Dunia kopi sangat menarik dan bisa dipelajari dari mana saja—mulai dari proses *roasting* hingga penyajiannya.

Lewat NaMoy Coffee, saya tidak hanya ingin mencari keuntungan, tapi juga ingin berbagi produk dan pengalaman kepada orang lain. Ada kepuasan tersendiri ketika melihat orang lain bisa menikmati hasil dari apa yang saya racik dan buat.


🎉 Momen Launching Produk Pertama yang Tak Terlupakan

Setiap pebisnis pasti punya momen *landmark* yang paling berkesan, dan bagi saya, momen itu adalah saat peluncuran produk pertama.

“Prosesnya panjang, mulai dari cari tempat, bahan, alat, sampai mengatur konsep. Tapi, ketika akhirnya bisa buka dan lihat hasilnya, semua rasa capek langsung terbayar!”

Melihat NaMoy Coffee berdiri dan mulai melayani pelanggan adalah puncak dari kerja keras selama berbulan-bulan. Energi positif dari proses *launching* ini menjadi semangat yang tak pernah padam untuk terus mengembangkan usaha.


Tantangan Klasik: Manajemen Waktu Mahasiswa

Sebagai seorang mahasiswa yang juga merangkap sebagai pemilik bisnis, tantangan terbesar yang saya hadapi sangat klasik: waktu.

Saya harus mampu membagi fokus dengan seimbang antara dunia akademis dan operasional bisnis. Saya perlu menentukan dengan tegas, kapan saya harus fokus belajar untuk kuliah, dan kapan saya harus berbisnis dan melayani pelanggan.

🤝 Solusi: Jadwal Rapi dan Dukungan Mentor

Untuk mengatasi tantangan waktu ini, saya menerapkan beberapa strategi:

  • Mengatur Jadwal Lebih Rapi: Saya belajar membuat jadwal harian yang ketat agar saya tetap bisa memprioritaskan kuliah tanpa harus mengorbankan jalannya usaha.
  • Mencari Dukungan dan Saran: Saya tidak sungkan untuk meminta saran dan masukan dari mentor atau teman-teman yang lebih berpengalaman. Dukungan dan pandangan baru dari orang lain sangat membantu saya dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah.

🚀 Pesan Jalu: Coba Aja Dulu!

Untuk teman-teman mahasiswa yang punya ketertarikan di dunia bisnis, ini pesan dari saya:

“Coba aja dulu!”

Dunia usaha itu sangat seru! Anda akan mendapatkan banyak pengalaman, belajar mengatur keuangan, dan yang paling penting, berkembang bersama prosesnya. Yang ter