Hampers Handmade : Kebahagiaan di Setiap Genggaman

Pemilik Jemari Kreatif

Lutfiyah Annisa yang akrab dipanggil Lutfi adalah mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta dari Program Studi Psikologi Angkatan 2022 Asal Sumatera tepatnya di Provinsi Bengkulu. Saat ini, Lutfi sedang menempuh semester 5 sebagai mahasiswa aktif sambil menjalankan bisnisnya juga. Kok bisa ya? Bisa dong ini dia cerita Lutfi.

Dari Hobby Jadi Salary

Berbisnis sudah menjadi hobi Lutfi sejak di bangku SMA. Di tengah masa COVID-19, saat banyak usaha terpaksa gulung tikar, Lutfi berhasil membangun tokonya sendiri di rumah dengan penuh kebahagiaan. Alhamdulillah, bisnisnya berjalan lancar. Namun, ketika memutuskan untuk kuliah di Jogja, Lutfi harus menghentikan bisnisnya di rumah. Meskipun begitu, jiwa pebisnisnya tetap menyala, Lutfi ingin mencoba peruntungannya di kota besar ini, Jogja meski sempat merasa minder dan takut. Awalnya, Lutfi bersama temannya mencoba berjualan mochi bites, daifuku mochi, dan samyang roll. Namun sayangnya, usaha ini belum sempat berkembang karena temannya pindah keluar kota. Memasuki semester 3, Lutfi terus mencari ide bisnis dan menemukan bisnis hampers di TikTok ia tertarik. Lutfi langsung melakukan riset pasar dan mengetahui bahwa di Jogja persaingannya masih sedikit.

Produk Handmade

Bisnis hampers handmaade Lutfi punya tiga jenis produk yaitu ada hampers, cup holder bucket, dan gantungan kunci, semuanya dibuat dengan penuh cinta oleh tangan Lutfi sendiri. Untuk hampers, tersedia dalam ukuran kecil dan besar yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Isian standar hampers terdiri dari stiker, snack, kartu ucapan, free gift, dan hiasan box mulai dari harga 10 ribuan aja. Sementara itu, untuk cup holder bucket berisikan 5 bunga, kartu ucapan, gantungan kunci, stiker, dan cup isian snack, hanya dengan harga 49 ribu! Sangat ramah kan untuk kantong mahasiswa seperti kita-kita ini.

Konseptual & Pratikal

Konsep dan desain produk Lutfi terinspirasi dari apa yang ia lihat di TikTok, di mana Gen Z cenderung membeli sesuatu hanya karena tampilannya yang lucu. Oleh karena itu, Lutfi menambahkan hangtag dan stiker-stiker lucu untuk membuat produknya lebih menarik. Lutfi juga belajar secara otodidak membuat pita-pita gemas untuk menghiasi box hampers yang menjadi daya tarik utama bagi target pasarnya, yaitu pelajar dan mahasiswa. Untuk proses pembuatan hampers dimulai dengan Lutfi merakit box terlebih dahulu. Setelah itu, Lutfi tempelkan stiker-stiker-stiker lucu di bagian luar box, lalu mengisi box dengan berbagai macam item sesuai dengan permintaan pelanggan. Waktu pengerjaan untuk setiap hampers biasanya sekitar 3 menit.

 

Produk Terlaris & Terfavorit

Produk bestseller-nya hampers.handmaade adalah hampers ukuran kecil, karena harganya yang ramah di kantong dan pas untuk berbagai acara. Hampers kecil ini sering dipesan dalam jumlah banyak, cocok untuk kado ulang tahun, hadiah wisuda, dan lainnya. Dengan desain yang lucu dan isian yang bisa di-custom, hampers ini jadi favorit pelanggan yang ingin memberikan hadiah simpel tapi tetap berkesan.

Request-an Pelanggan

Pernah ada yang request hampers isinya beda, misalnya ditambah boneka atau jilbab, tetap dilayani oleh Lutfi tapi budgetnya disesuaikan dengan permintaan. Ada juga pelanggan minta hampers full snack, tapi nggak muat di box. Akhirnya, dia minta pakai paper bag yang besar aja nah momen paling gemasnya, dia minta untuk setiap snack dikasih pesan-pesan manis buat pacarnya. Itu jadi salah satu pengalaman paling berkesan buat Lutfi.

Dua Dunia

Awal memulai bisnis hampers ini Lutfi meminta tolong promosi ke 3/4 temannya karena dia ngga punya banyak teman dekat di Jogja dan masih merasa malu buat promosiin bisnisnya lebih jauh. Lutfi iseng-iseng promosi di TikTok, dan BOOM videonya viral dengan ratusan ribu view. Sejak itu, orderan hampers semakin rame dan alhamdulillah, hampir setiap hari ada yang pesan. Bisnis hampers dan bucket ini disesuaikan dengan permintaan pelanggan dan momentum, terutama saat musim kelulusan, peminatnya semakin banyak. Meski banjir orderan, Lutfi tetap mengutamakan kuliah karena itu tujuan awalnya ke Jogja. Setiap kali ada tugas kuliah, ia menyelesaikannya dulu baru setelah itu mulai packing hampers, jadi untuk stok produk jika ada yang order dadakan.

Goals Hampers Handmaade

Lutfi ingin memiliki tokonya sendiri, sehingga produknya dapat dikenal lebih luas. Dengan toko ini, Lutfi juga berharap bisa mempermudah proses operasional dan pengiriman ke seluruh Indonesia, serta menjangkau lebih banyak pelanggan untuk dapat menikmati kreasinya. Keinginan Lutfi menjual produknya yang ramah di kantong mahasiswa tapi tetap lucu dan kesannya bagus, lucu, mewah walaupun dengan budget yang minim

Sudut Inspiratif
Dari Hobi Koleksi Jadi Bisnis Kemitraan KAI: Kisah Stefven Merintis Depo Gorongan
Dari Hobi Koleksi Jadi Bisnis Kemitraan KAI: Kisah Stefven Merintis Depo Gorongan Halo! Saya...
Saat Tiga Mahasiswa Ilmu Komunikasi Memutuskan untuk Tidak Menyerah: Kisah Lahirnya Nasi Jeruji
Saat Tiga Mahasiswa Ilmu Komunikasi Memutuskan untuk TIdak Menyerah : Kisah Lahirnya Nasi Jeruji...
Dari Passion Jadi Cuan: Kisah Jalu Merintis NaMoy Coffee di Tengah Kuliah Informatika
Dari Passion Jadi Cuan : Kisah Jalu Merintis NaMoy Coffe di Tengah kuliah Informatika Halo! Saya...
Dari Kopi Tugas Kuliah Hingga Bisnis: Perjalanan Aisyah Merintis Driel Up
Dari Kopi Tugas Kuliah Hingga Bisnis:Perjalanan Aisyah Merintis Driel Up Halo semuanya! Perkenalkan...
Perjalanan Merangkai Bisnis Bunga: Kisah Nana Menjadi Mahasiswi dan Florist
Perjalanan Merangkai Bisnis Bunga: Kisah Nana Menjadi Mahasiswi dan Florist Perjalanan Merangkai...
Dari Lapangan Hijau ke Dunia Bisnis: Kisah Inspiratif Nando Merintis Fortis Company
Dari Lapangan Hijau ke Dunia Bisnis: Kisah Inspiratif Nando Merintis Fortis Company 👟 Dari Lapangan...
Buzz Wrap: Inovasi Ramah Lingkungan, Solusi Masa Depan
Buzz Wrap: Inovasi Ramah Lingkungan, Solusi Masa Depan Buzz Wrap: Solusi Ramah Lingkungan untuk...
Moron Jasa GB dan Moron Pay Now: Sukses menjadi Jembatan Para Gamers
Moron Jasa GB dan Moron Pay Now: Sukses menjadi Jembatan Para Gamers Kisah Abdurrasyid dari...
Zimotive Studio: Transformasi Hobi Jadi Brand Desain Global
Zimotive Studio: Transformasi Hobi Jadi Brand Desain Global Kilasan Kisah Alie Alie Pratama...

Sudut Inspiratif

Dari Hobi Koleksi Jadi Bisnis Kemitraan KAI: Kisah Stefven Merintis Depo Gorongan

Dari Hobi Koleksi Jadi Bisnis Kemitraan KAI: Kisah Stefven Merintis Depo Gorongan Halo! Saya Stefven, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2022. Izinkan saya memperkenalkan usaha yang saya bangun dari...

Saat Tiga Mahasiswa Ilmu Komunikasi Memutuskan untuk Tidak Menyerah: Kisah Lahirnya Nasi Jeruji

Saat Tiga Mahasiswa Ilmu Komunikasi Memutuskan untuk TIdak Menyerah : Kisah Lahirnya Nasi Jeruji Hai! Kami Enggar, Naufal, dan Simon, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi angkatan 2022. Di tengah kesibukan...

Dari Passion Jadi Cuan: Kisah Jalu Merintis NaMoy Coffee di Tengah Kuliah Informatika

Dari Passion Jadi Cuan : Kisah Jalu Merintis NaMoy Coffe di Tengah kuliah Informatika Halo! Saya Jalu Galih Timur, mahasiswa Prodi Informatika angkatan 2023. Siapa bilang anak IT cuma berkutat dengan...